aku mau berlibur, katamu. lalu kubuatkan pantai di dalam selimut; giranglah kau berenang ke tengah laut, hanyut, terlelap di sudut bahuku.
we need our soul education rather than a school education.
my life is like rough sketch. unfinished, flawed, simple, but beautiful.
.kapan kita boleh bercanda dengan tragedi?
biar sesekali maut bingung,
karena ia disambut dengan bibir yang melengkung, tidak lagi murung
laut adalah sebuah dramaturgi otentik tubuh yang berkata-kata. sementara aku-kau-kita, semua dibesarkan pada skala proyeksi rupa peradaban yang kita bangun dalam gila. menghitung-bagi nafas dan penghasilan kita.
aku ingin kembali pada perjalanan-perjalanan. berlari. menjejak. berenang. hilang. kau tahu, pulang bukan sebuah pelarian.
maukah kau duduk sebentar, sayangku. ada heningan cipta di sebuah pagi pada upacara semesta, sebelum naluri dan massa menyeret kembali ke kota, membantai kita.
The sea’s only gifts are harsh blows, and occasionally the chance to feel strong. Now I don’t know much about the sea, but I do know that that’s the way it is here. And I also know how important it is in life not necessarily to be strong but to feel strong. To measure yourself at least once. To find yourself at least once in the most ancient of human conditions. Facing the blind death stone alone, with nothing to help you but your hands and your own head.
possibly what they mean “to be normal” is more likely a self-awareness to think several times in life: “if it ain’t about the money, i would never take this job” every time they do that “work-for-living”.
i hate being normal. i miss my risky life.
saya bukan siapa-siapa, bukan apa-apa. refleksi lebih nyata dan kabur remang selat sunda melebur saya dalam kenang-kenangan masa muda, di beku semesta sampai jejak kaki di gunung toba. saya cuma ingin mati di pinggir pantai biar penuh luka. bukan di belakang meja. sesulit itukah menemukan diri kita apa adanya?
You’re not gonna go to hell because of questioning but you’ll be creating one for yourself if you don’t while you know you must.
setelah ini, ayo kita pergi tersesat lagi.
aku ingin pulang pada banyak perjalanan.
dan aku ingin pulang dalam sebuah pelukan dalam. tenggelam. kakiku terlalu lama mengangkang kota sementara kopi arang membakar habis nyawa kita. sungguh aku tak ingin hidup selamanya di aspal, sayangku. mari tersesat di jalan-jalan kecil yang berpasir, berbatu.
sebuah rehat.
pesisir gunung kidul, permulaan april 2013.
Some people feel like they don’t deserve love. They walk away quietly into empty spaces, trying to close the gaps of the past - but, happiness only real when shared.
let’s just get lost more often.
pack your bag, put your home on a pocket and let’s go backpack.



